Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Hanya Pada-Mu

Gambar
Jam 20.18 WIB, bel rumah berbunyi. Aku terhenyak dari lamunan panjangku di depan TV. Dengan tergopoh-gopoh, pembantuku membuka pintu. Malam ini aku hanya terduduk tanpa pikiran pasti. Inilah aku dengan segala kemewahan yang aku punya. Hidup tiada berkurang harta. “Mas Irfan, mobil baru Ibu datang,” dengan hati-hati Bi Linda, pembantuku, memberitahu. Aku hanya mengucap terima kasih dan membiarkannya pergi. Suatu hal yang sangat amat wajar. Ibuku memang sering berbelanja hal yang tak ada gunanya sama sekali. Ini adalah mobil ke empat yang ibu beli setelah 3 mobil premium yang lain.             Batinku berteriak. Ingin rasanya membuang semua dari rumah ini. Tak bisakah sehari saja Ibu tak membeli barang-barang seperti ini? Ibu dengan segala kebiasaannya. Ibu yang selalu pulang pagi. Yang kadang pulang dengan bau alcohol yang menyengat. Yang kadang pulang dengan ‘teman’ laki-lakinya. Ayah pun tak bisa banyak berbuat. Beliau ter...