Masih Menunggu'mu'
Terima kasih Allahku telah memberiku waktu untuk menunggu. Ya, meski terkadang itu membosankan, Kau bahkan memberiku waktu yang teramat indah dalam panungguan, Kau menghadiahiku begitu banyak pengalaman yang tak dapat terlukiskan. Allahku,, aku selalu berusaha untuk menghadirkanmu dalam segumpal darah bercampur daging yang sering disebut hati. Betapa indah sapaanMu dalam munajat cinta yang mungkin terkadang aku lebih terbuai oleh sapa lembut para perangkat busa empuk ukuran satu orang dewasa. Menimbulkan penyesalan tiada tara ketika telah tersadar dari kelalaian malam. Allahku,, maafkan aku selalu bertanya siapakah ‘dia’ku? Aku yang bahkan terkadang masih kekanak-kanakan, aku yang terkadang masih dihinggapi rasa egois, aku yang terkadang masih lalai menyapaMu. Betapa beraninya aku dengan segala keinginanku meminta kepadaMu. Tapi Allahku, aku sangat mempercayaiMu. Mempercayakan cerita indah dan sedih kepadaMu. Kau tak pernah berhianat, tapi aku sering kali berpaling dariMu ...