Masih Menunggu'mu'
Terima kasih Allahku telah memberiku waktu
untuk menunggu. Ya, meski terkadang itu membosankan, Kau bahkan memberiku waktu
yang teramat indah dalam panungguan, Kau menghadiahiku begitu banyak pengalaman
yang tak dapat terlukiskan.
Allahku,, aku selalu berusaha untuk
menghadirkanmu dalam segumpal darah bercampur daging yang sering disebut hati.
Betapa indah sapaanMu dalam munajat cinta yang mungkin terkadang aku lebih
terbuai oleh sapa lembut para perangkat busa empuk ukuran satu orang dewasa.
Menimbulkan penyesalan tiada tara ketika telah tersadar dari kelalaian malam.
Allahku,, maafkan aku selalu bertanya siapakah
‘dia’ku? Aku yang bahkan terkadang masih kekanak-kanakan, aku yang terkadang
masih dihinggapi rasa egois, aku yang terkadang masih lalai menyapaMu. Betapa
beraninya aku dengan segala keinginanku meminta kepadaMu. Tapi Allahku, aku
sangat mempercayaiMu. Mempercayakan cerita indah dan sedih kepadaMu. Kau tak
pernah berhianat, tapi aku sering kali berpaling dariMu untuk urusan duniawi.
Oh Allahku,, lagi-lagi aku bertanya siapa
‘dia’ku? Jauh menerawang,, ku bertanya pada mimpi-mimpi yang menerpa malamku,
siapa ‘dia’ku? Tidak Allahku, hati ini selalu meyakinkan jiwa bahwa Kau lah
yang pantas memutuskan semua yang ada pada makhluk-makhlukMu termasuk diriku.
Ia pula yang selalu meyakinkanku akan keputusanMu adalah rajutan indah kisahku
dalam kefanaan.
Siapa ‘dia’ku Ya Allah? Aku harap dia adalah
dia yang Engkau cintai, hinggakan cintanya menyapaku dalam sapanya kepadaMu.
dia yang juga tengah bertanya siapa ‘aku’ dan menitipkan salam pada hembusan
angin melalui rangkaian bait-bait doa yang ia panjatkan kepadaMu.
‘Kamu’, tahukah aku begitu merinduimu meski
bahkan aku tak tau dimana kamu. Aku pun tak mengerti meski hanya satu huruf
dari rangkaian nama yang tersematkan kepadamu. Apa aku mengenalmu sebelumnya?
Kurasa hanya Allah kita yang tahu.

Komentar
Posting Komentar